Khawarij Klasik
Asal kata khawarij berasal dari bahsa arab yaitu خَرَجَ "kharaja" artinya "keluar", isim fa'il nya خَارِجٌ "khaarijun" artinya "orang yang keluar" yang bentuk jamaknya خوارج "khawaarijun/khawarij" artinya "orang-orang yang keluar". Kelompok khawarij merupakan kelompok yang awal kemunculanya adalah pada masa Khulafaur Rasyidin di Kufah Iraq, yaitu di penghujung fase kedua saat kepemimpinan umat dipegang oleh Saydina Ali bin Abi Thalib. Mereka adalah orang-orang yang keluar dari barisan Saydina Ali bin Abi Thalib ketika ketika beliau menerima resolusi tahkim yang ditawar oleh kubu Muawiyah bin Abu Sufiyan kira-kira pada tahun 657M. Mereka merupakan kelompok sumbu pendek berakar dari turunan Dzul Huwaishirah At-Tamimi dari Bani Tamim di Nejd. Mereka menuduh Ali telah melepas tanggung jawab yang diberikan Allah kepadanya, tuduhan yang sama lancangnya menyerupai tuduhan pendahulunya Dzul Huwaishirah kepada Nabi SAW. Mereka memiliki doktrin berupa dogma luar biasa ekstrim seperti mengingkari sunnah yang menurut mereka tidak sesuai dengan Al-Qur'an; mengkafirkan Saydina Ali dan Saydina Ustman; mengkafirkan orang karena berbuat dosa besar; mengingkari surat Yusuf sebagai bagian dari Al-Qur'an; dan lain sebagainya. Walaupun akarnya berasal dari bani tamim, bukan berarti semua bani tamim adalah khawaarij. Kemudian pula tidak semua anggota Khawaarij Klasik adalah berasal dari bani tamim, sebahagian besar mereka juga berasal dari warga Kuffah-Basrah yang terpengaruh oleh radikalisme Khawaarij.
(sumber gambar: Chat GPT- AI)
Kelompok Khawarij pada masa itu memiliki watak dan ciri-ciri sebagai berikut:
- Terkenal rajin beribadah
Kelompok ini terlihat sangat suka beribadah hingga ibadah milik kita terasa remeh dibandingkan dengan ibadah milik mereka. Akan tetapi, sayangnya mereka menganggap remeh para sahabat Nabi, padahal para sahabat Nabi itu adalah orang-orang yang paling utama dalam ibadah.
- Membaca Al-qur'an secara sekilas tanpa merenungi maknanya
Nabi SAW mencirikan mereka sebagai kaum yang banyak membaca Al-Qur'an tetapi hanya sampai di kerongkongan mereka saja sehingga tidak masuk ke dalam hatinya.
- Memiliki sifat gegabah dan terburu-buru
Kelompok ini juga dikenal dengan sikap mereka yang gegabah dan terburu-buru dalam mengambil kesimpulan dan keputusan. Bahkan Nabi SAW menyebut mereka sebagai "orang yang kecil giginya", sebuah ungkapan menggambarkan sikap terburu-buru, berakal pendek, dan terkesan ceroboh.
- Suka mengkafirkan sesama muslim yang berbeda pandangan
Kelompok ini memiliki sikap yang suka mentakfir saudara-saudara seimannya sendiri hanya karena perbedaan pandangan, hal ini juga disebabkan oleh sikap gegabah yang melekat pada diri mereka.
- Ciri khas kepala botak
Kelompok ini sengaja membotaki kepala dan menjadikannya sebagai identitas. Hal ini dikarenakan perkara memangkas rambut adalah Sunnah dari Nabi SAW. Namun, mereka berlebihan dalam menjalankan sunahnya sehingga menganggapnya sebagai kewajiban.
Kelompok khawarij pada masa itu berhasil ditumpas oleh Khalifah keempat Ali melalui pertempuran di Nahrawan pada tahun 658M. Pada saat itu mereka telah hancur secara militer, namun sisanya melarikan diri dan masih membawa ideologi yang sama menyebar ke wilayah timur.
Wahabi Pelopor
Selanjutnya pada pertengahan fase ketiga akhir zaman di daerah 'Uyaynah Najd, muncul seorang yang dianggap pengikutnya sebagai ulama mujtahid bernama Muhammad bin Abdul Wahab bin Sulaiman At-Tamimi (1703M - 1792M). Beliau merupakan pelopor dari gerakan yang dikenal sebagai GERAKAN WAHABI. Beliau menuntut ilmu di Basrah, Hijaz, dan Madinah dengan banyak mempelajari kitab-kitab karya Ibnu Taimiyah (1263M - 1328M). Ia menggunakan pemikiran Ibnu taimiyah dan Ibnu Qayyim sebagai kedok menyuarakan pemurnian tauhid, menentang bid'ah dan takhayul, serta membawa konsep kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih. Karena pemikirannya yang dianggap ekstrim dengan mudah mentakfir sesama Muslim, beliau diusir dari desa kelahirannya 'Uyaynah sehingga pindah ke Dir'iyah. Muhammad bin Abdul Wahab dengan GERAKAN WAHABI-nya bekerjasama dengan umara Dir'iyah (Muhammad bin Saud) menyebabkan perubahan geopolitik sehingga melahirkan Daulah Saudi pertama (1744M). Kerjasama keduanya mampu menguasai beberapa daerah di Jazirah Arab. Gerakan tersebut bahkan sampai merebut dan menekan Tanah Hijaz (1803-1811), dimana Jazirah Arab termasuk tanah Hijaz (Mekah-Madinah) merupakan bahagian dari payung Turki Ustmani. Ekspansi besar-besaran Wahabi bersama Dir'iyah pada saat itu berjalan tanpa hambatan karena wilayah Najd tidak dikontrol langsung oleh Turki Ustmani. Turki Ustmani kemudian baru melakukan gerakan perlawanan setelah Tanah Hijaz berhasil diduduki Daulah Saud bersama Wahabi. Melalui Gubernur Mesir pada saat itu, Turki Ustmani berhasil merebut kembali Jazirah Arab setelah menumpas gembong-gembong Wahabi dan Penguasa Dir'iyah saat itu (1811M). Dengan sisa-sisa pengikut wahabi dan sisa-sisa keluarga Saud yang tidak dieksekusi pada saat itu, Daulah Saudi kedua bangkit kembali pada 1824M, namun kembali runtuh karena perang saudara.
Catatan penting:
- Kenapa Wahabi pelopor disebut mirip dengan Kelompok Khawarij Klasik dari masa Khalifah Ali? Karena sama-sama memberontak kepada pemimpin Islam yang berdaulat pada masing-masing masa, sama-sama berasal dari Najd, sama-sama suka menyalahkan sesama muslim yang tidak sepaham dengan kelompok mereka, dan sama-sama takfir tanpa Hujjah Qat'i terhadap muslim di luar kelompoknya.
- Ibnu Taimiyah bukanlah merupakan bagian dari wahabi, beliau merupakan ulama klasik yang mengkritik fatwa-fatwa tertentu pada masanya. Sedangkan Muhammad bin Abdul Wahab menggunakan pemikiran Ibnu Taimiyah untuk menjalankan GERAKAN WAHABI.
Wahabi Modern
Belakangan ini pengaruh pemikiran sebuah kelompok/sekte yang sangat mirip dengan pendahulu mereka (wahabi pelopor) telah menyebar secara signifikan dan terang-terangan di Indonesia. Orang-orang biasa akan sangat sulit mengenal mereka karena kelompok ini telah melebur dengan cukup baik bersama kita selama bertahun-tahun. Kelompok ini diduga berakar dari kelompok wahabi yang telah berhasil mendirikan kerajaan Arab Saudi modern resmi tahun 1932M bersama keluarga Saud dan bertahan hingga saat ini menguasai tanah Hijaz. Mereka (Wahabi modern) menggolongkan muslim di luar kelompoknya sebagai pelaku syirik, ahlul bid'ah, dan ahlul ahwa. Mereka menolak keras hadist-hadist di luar dari kelompoknya dan hanya mempertahankan hadist-hadist yang mereka mau. Kelompok ini sudah sangat meresahkan terutama korbannya kebanyakan adalah wanita karena mudah dimanipulasi dengan dalih "kembali ke Al-Qur'an dan As-Sunnah". Oleh karena itu, mengetahui ciri-ciri kelompok wahabi modern dapat menghindar kita dari pengaruh dogma-dogma mereka. Berikut adalah ciri-ciri yang melekat pada kelompok ini:
- Terkenal Rajin Beribadah
Kelompok ini sangat terkenal akan rajin beribadah, bahkan shalat dan puasa umat di luar kelompoknya terasa remeh, hal ini juga ditandai dengan bukti lebam di jidat mereka. Namun sayangnya mereka malah menyalahkan cara shalat selain dari rujukan mereka, contoh seperti menyalahkan penggunaan Qunut orang-orang mazhab syafii pada shalat subuh.
- Ciri fisik janggut lebat dan celana jingkrak
Kelompok ini mayoritas memiliki janggut dengan ukuran variatif mulai dari segenggam hingga penuh se-dada. Mereka sering menggunakan pakaian dengan celana jingkrak. Kemudian sebahagian mereka juga ada yang berkepala botak.
- Kelompok Tekstual
Kelompok ini dikenal sebagai kaum literal/tekstual, yaitu memahami makna Ayat Al-Qur'an hanya sekedar bacaan teksnya saja (sekedar nahwu/sharaf) tanpa mempertimbangkan mana makna maknawi dan mana makna hakiki, serta menolak keras ta'wil ayat-ayat Al-Qur'an. Ketika ditanya asal dasar argumen dari statment, mereka akan meminta jemaahnya "terima saja dan jangan dipertanyakan".
- Keras Kepala dan ceroboh
Mereka juga sangat keras kepala serta ceroboh yaitu tidak mau mendengarkan nasehat/kajian serta tidak mau diskusi dengan Muslim di luar dari pemuka-pemuka kelompok mereka dengan dalih menghindari pelaku syubhat, bid'ah, dan ahlul ahwa.
- Membid'ahkan saudara seiman diluar kelompok
Mereka mengelompokkan saudara seiman di luar kelompok sebagai ahlul bid'ah, ahlul ahwa, dan ahli syubhat. Mereka menolak bermazhab, walaupun secara tidak sadar mereka sudah membuat mazhab sendiri. Mereka beranggapan kebenaran hanya ada dari kelompok mereka.
- Sangat manipulatif serta mengarah ke dogma
Gerakan wahabi modern ini sangat terstruktur secara masif dan sistematis, doktrin mereka menyerupai dogma yaitu percaya begitu saja tanpa memperdulikan asal dan dasar pemahaman, padahal Iman dalam Islam sendiri bukanlah dogma. Metode gembongan wahabi modern adalah mendoktrin dengan cara mematikan akal jemaahnya agar menjadi pengikut yang dapat dikontrol sesuai kepentingan kelompok. Akibatnya pengikut wahabi modern menolak keras menggunakan akal untuk memahami Al-Qur'an dan Sunnah termasuk tidak mau memverifikasi sendiri riwayat yang digunakan pendoktrin, padahal Allah memerintahkan kita menggunakan akal untuk memahami Al-Qur'an dan Sunnah karena Al-Qur'an diturunkan untuk orang-orang yang mau berpikir dengan akal (QS An-Nisa ayat 82).
Penutup
Akar khawarij khawarij klasik, wahabi pelopor, dan wahabi modern, ketiganya sama sama berakar dari wilayah Nejd. Khawarij klasik berakar dari bani tamim turunan Dzul Huwaishirah At-Tamimi, mereka mengumpulkan kekuatan di kufah Iraq. Wahabi pelopor berakar dari Muhammad bin Abdul Wahab At-Tamimi beserta pengikut setianya, mereka memulai gerakan wahabi di Dir'iyah dengan bantuan penguasa lokal Dir'iyah. Wahabi modern berakar dari militan wahabi (ihkwanul Najd) yang membantu merebut Hijaz dari Turki Ustmani. Meskipun Wahabi modern di indonesia hampir memiliki semua ciri dan pola pendahulunya khawarij klasik dan wahabi pelopor, namun masih belum cukup syarat dikategorikan sebagai kelompok khawarij karena masih belum terang-terangan mengkafirkan saudara seiman.

Comments
Post a Comment